Sabtu, 18 Maret 2017

Sejarah di Tahun 2017

Alangkah buruknya jika sejarah menulis noktah hitam umat Islam Indonesia dengan serangkain ledakan bom bunuh diri padahal pada tahun ini, kondisinya sangat memprihatinkan dimana pasti ada mereka yg mau bunuh diri tanpa dibayar, apalagi dengan dibayar maka mereka sangat mudah di iming-imingi hal menyimpang tersebut.

Sebaliknya pengetahuan mengenai agamalah yang mampu membentengi diri dari bunuh diri atau di iming-imingi uang.

Ini yang telah tertanam di sebagian orang, meski kebanyakan malah sebaliknya jauh dari agama akibat pemberitaan media saat ini

Kamis, 02 Maret 2017

Menggadaikan BPKB Motor Resiko ketika Ganti Plat

Pengalaman BPKB berada di Adira, lumayan mahal untuk ganti plat, karena meski sudah minta surat pengantar dari Adira ternyata harus bawa BPKB asli. Total biaya sebagai berikut:

Surat pengantar untuk BPKB 10.000
Pihak dari Adira minta 660.000 untuk motor mio saya karena memang baru naik untuk pajak kendaraan namun diuruskan sampai platnya jadi.

Sebelumnya dari samsat, foto copy dan berkas 30.000 dan cek fisik beri petugasnya 2000.

Pelayanannya di Samsat maupun Adira terhitung cepat dan petugasnyapun ramah, namun kalau keuangan Anda seret sebaiknya jangan sampai BPKB anda digadaikan karena bisa semakin mencekik dari segi biayanya.

Hindari berbuat Negatip

Kesalahan membuat kerja anda menurun meski untuk sesaat

Selasa, 28 Februari 2017

42 #Bomb Panci

1. Saya percaya para ahli kepolisian dibidang bahan peledak mampu membuat penjelasan detail mengenai bom panci ini, karena mereka memahami dengan baik seluk beluk bahan peledak dan kemungkinan kerusakan besar yang dapat ditimbulkan. Karena itu saya percaya jika kedepannya akan ada bukti mengenai bom jenis ini.

2. Saya juga percaya jika dikatakan pelakunya seorang beragama Islam, karena sebagai warga negara Indonesia saya tahu penduduk terbesarnya beragama Islam. Jika ada data bahwa para maling paling banyak adalah beragama Islam, karena alasan yang sama pada point dua.

Tidak boleh seorang muslim percaya. Ketika dikatakan Islam mengajarkan ekstrim sampai terorisme disinilah sebagai seorang muslim saya tidak pernah bisa menerima, karena saya tahu tidak ada ajaran Islam yang mengajarkan hal buruk ini.
Silahkan Anda sampaikan data apapun saya tidak akan percaya, kenapa? Karena ajaran Islam adalah ajaran yang sempurna secara akhlak, sempurna secara sistem, dan tidak terputus mulai sejak disempurnakan oleh Allah yang dapat kita temukan dalam salah satu ayat Al-Quran.

Jika ada logika kepolisian yang mengatakan ajaran Islam mengajarkan keburukan atau akan membawa keburukan, saya yakin selogis apapun hal itu, sebagaimana banyaknya fakta dibuat untuk mendukungnya itu tetap tidak bisa dipercaya, dan pastinya bersumber murni bukan dari muslim. Camkan ini.
Karena seorang muslim yang mau belajar pasti hanya menemukan kebaikan dalam Islam.
Sulit memang keyakinan ini dijelaskan, apalagi melawan lagika logis. Padahal jika kita pikirkan secara logis, apakah mungkin Indonesia ditahun 1945 pada bulan Ramadhan mampu mendapatkan kemerdekaannya, dan mempertahankan hingga saat ini padahal saat itu kita melawan penjajahan belanda yang jauh lebih unggul, memiliki persenjataan jauh lebih canggih, pesawat terbang yang jauh lebih banyak, sekutu yang besar dan maju. Jika secara logika Indonesia tidak mungkin menang, namun dengan kepercayaan kepada Allah SWT lah umat Islam mampu menang dan merdeka seperti saat ini.

Maka kini saatnyalah kembali umat Islam bersatu dan berjuang dengan keyakinan tersebut melenyapkan setiap ketidakadilan yang menyerang bangsa ini.
Jika saya sebagai seorang guru maka tugas utama saya adalah mencetak generasi terbaik bangsa, dengan menyamakan langkah dan bersatu padu. Dibutuhkan kepedulian kepada sesama dan perhatian kepada sesama muslim, jika kita bukan berada di barisan depan yang senantiasa bergesekan langsung oleh   serangan musuh, maka kita menjadi badan yang kokoh dan senantiasa menjadi bagian perjuangan atau bagian belakang yang mendorong menuju satu tujuan demi agama, negara, dan keluarga yang bersatu dan selamat dunia akhirat.

Senin, 27 Februari 2017

41# Tekanan Pada Umat Islam

Setiap kali umat Islam mulai tercerahkan jiwa keislamannya, terorisme menjadi cara untuk menekan kebangkitan umat Islam.

Jika orang kafir yang berada dalam kekuasaan Islam saja dilindungi apa logis jika tindakan terorisme dilakukan kepada sesama muslim (aparat).
Jika ada kebencian terhadap aparat ini harus diselidiki sumbernya!. Saya sebagai muslim malah merasa aparat sebagai bagian penting kebangkitan umat. Jika ada bentrokkan antara aparat dan umat islam maka yang rugi adalah bangsa Indonesia. Maka bijaksana pemimpin negeri ini jika mampu mengsinergikan antara umat dan aparat, merekalah negarawan sejati, yang memikirkan bangsa ini.

Saat ini sosial media anti mainstream berita-beritanya sering kali menunjukkan tajamnya hubungan aparat dan umat islam. Kenyataannya hal itu merupakan riak dari ketidak adilan dalam masyarakat umat ini yang belum mendapatkan kepuasan dari kebijakan para petinggi aparat hukum. Menurut hemat saya solusinya adalah memenuhi kepuasan umat dengan segala konsekwensinya secara berani.
Karenan gelombang umat islam bukanlah hal yang terbentuk dengan sederhana, ada alasan yang nyata, pola yang sama ketika umat islam menuntut kemerdekaan negeri ini dari penjajah.

Pada akhirnya kemerdekaan bangsa ini berhasil di dapatkan oleh umat Islam, pola yang sama akan selalu terjadi bahkan jika pada akhirnya bukan ditempat yang sama, dan sejarah akan mencatat setiap orang-orang yang berjasa baik atau yang sebaliknya.

Hal yang pasti lagi bahwa Tuhan telah mengetahui siapa saja yang akan melakukan kebaikan atau kejahatan, dan menyiapkan sebaik-baik balasannya.

Minggu, 08 Januari 2017

#W15 Menjadi Orang Tua yang Shalih

Bertakwalah Demi Anakmu

Ketika rasa malas untuk melakukan ibadah menghampiri atau terbetik keinginan untuk bermaksiat, ingatlah anak-anakmu.

Renungkanlah Firman Allah ta'ala :
وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا
Dahulu ibu bapaknya adalah orang-orang shalih... (QS. Al Kahfi : 82).

Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'ud, ketika beliau sholat malam sementara putra beliau yang masih kecil terlelap tidur, sembari memandangi putranya beliau lalu berkata :

من أجلك يا بني...
"Demi dirimu wahai anak ku.."

Lalu beliau sambil menangis membaca firman Allah ta'ala :
وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا
Dahulu ibu bapaknya adalah orang-orang shalih... (QS. Al Kahfi : 82).

Benar sekali, sesungguhnya ketakwaan orangtua sangat berpengaruh pada kesholihan anak-anaknya. Apabila orang tuanya sholih, hubungannya dengan Allah kuat, maka Allah akan menjaga anak-anaknya bahkan sampai cucu-cucunya. Seperti dalam kisah dalam surat al Kahfi, Allah menjaga simpanan harta kedua anak yatim itu dikarenakan kesalehan kakek mereka yang ketujuh.

====

Allah 'Azza wajalla mengingatkan :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. An Nisa : 9).

Minggu, 18 Desember 2016

Boikot oleh Profesinal

Boikot media pemberitaan secara profesional dapat diartikan sebagai pemutusan hubungan dengan pemberitaan apapun yang media berikan, sehingga berita yang diberikan tidak bernilai lagi di mata pemboikot.

Kehati-hatian ulama terdahulu dalam mengklasifikasikan hadist sulit ditandingi, maka salah besar jika karena sebuah pemberitaan kita sampai memusuhi ulama atau umat Islam.

Bagi umat Islam sumber berita lebih terpercaya, sementara media mencampur adukkan, ajaran agama adalah jelas mana yang baik dan buruk.

Jika kamu belum mampu membedakan mungkin karena kamu banyak mengambil media namun apa yang disaring oleh ulama malah anda tidak ambil.

NAUDZUBILLAH

Mari boikot pemberitaan saat ini yang jelas mengdzolimi umat Islam, bukan hanya sebagian, namun keseluruhan tayangannya.

Rabu, 07 Desember 2016

Prestasi Sepak Bola

Sepak bola merupakan pertandingan yang menguras stamina, saat dimana stamina seorang pemain terkuras dan kesadaran yang terdalam muncul dipermukaan. Peran ketenangan dan kepribadian menjadi dominan, lalu apa hubungannya dengan prestasi pertandingan sepak bola?

Suatu bangsa yang besar mampu memberikan ketenangan bagi rakyatnya. Ketenangan yang mendalam sehingga ketika para atlit kita mencapai batas stamina dan berjalan secara otomatis maka yang berjalan adalah hal positif dilandasi ketenangan.

Satu sisi inilah yang sering tidak terkelola dan memang membutuhkan kerja ekstra seluruh masyarakat negeri ini. Sebagai negeri yang mayoritas islam, berbagai ketidak puasan publik jika dibiarkan tentu termasuk hal yang menghambat ketenangan khususnya para atlit kita.

Membiarkan ketidakadilan yang saat ini sering diarahkan kepada umat Islam juga dapat berakibat kepada suatu hal saling berhubu
ngan dalam suatu bangsa. Aksi besar seperti di jakarta bisa jadi merupakan obat dari keresahan umat islam selama ini. Pihak yang tidak peduli pada aksi damai apakah berfikir ke arah ini.

Saya yakin prestasi atlit kita termasuk sepak bola akan semakin meningkat jika pihak pemegang keputusan memberikan kepastian dan ketenangan, namun jika sebaliknya maka tidak tertutup kemungkinan prestasi yang sebelumnya ada malah akan semakin menurun.

Jumat, 02 Desember 2016

Kasus A. Dani

Penangkapan A. Dani hampir mirip dengan  metode terbaik yang saya miliki untuk menyelamatkan pak Bas.

Apa saya pernah bercerita kenapa saya panggil beliau pak Bas, karena nama ini dibuat dengan tujuan baik, sementara nama lainnya di buat untuk tujuan sebaliknya bagi negeri ini.

Selayang Pandang Pengaburan 212

Masih ada pengaburan dr pemberitaan yang disertakan pada aksi super damai 212.

Dari media sosial populer yang masih menampilkan berita paling atas anti persatuan pada #monas, kemudian pengalihan pada jenis baju tertentu atau sosok yang dijadikan viral dengan tiba-tiba.

Merupakan tantangan tersendiri agar umat islam lebih mendalami kepercayaannya dan syiar yang lebih memasyarakat, Alhamdulillah Allah masih mempercayakan Umat Islam negeri ini menjadi penjaga bagi yang lain, dengan ujian dan pertolonganNya.

Penjaga sejati adalah mereka yang tidak meminta balasan atas kebaikan nya kecuali kepada Allah Azza Wa Jalla

Rabu, 30 November 2016

Celah Pada Pemblokiran Situs Harus Diimbangi Peningkatan Kinerja

Jika benar pemblokiran situs dilakukan dengan bantuan provider internet maka perbedaan provider merupakan celah, dimana beberapa provider lebih baik dalam pemblokiran situs-situs tertentu. Oleh karena itu butuh pengawasan extra. Namun yang lebih baik adalah dengan meningkatkan jumlah situs nonpositif untuk mengimbangi adanya kekurangan.tersebut.

Selasa, 29 November 2016

Pencucian Otak

Cuci otak yang sesungguhnya adalah yang kini terjadi, di suatu negeri yang tengah berkembang.

Media secara masiv memberitakan pesimisme-pesimisme terhadap negeri kita. Media secara terstruktur mengkerdilkan kekuatan besar dari suatu masyarakat -Islam-. Tentu dengan alasan yang jika kita mengetahuinya mereka akan semakin ketakutan.

Jika kini Anda berfikir bahwa umat Islam itu tidak bisa bersatu, tidak memiliki dana yang besar atau mampu membawa perubahan yang baik, sangat besar kemungkinan telah menjadi korban cuci otak oleh media.

Jika Anda menganggap negeri ini tidak berharga atau semua hal dari negeri ini adalah salah, tentu Anda bagian korban dari cuci otak media.

Sebuat obat dari cuci otak ini yang tidak sengaja saya temukan adalah dengan mengunjungi berbagai tempat baru. Jika anda berada di pusat kota pergilah ke perbatasan-perbatasan negeri ini, jika Anda tidak pernah ke luar negeri maka pergilah ke negeri-negeri dunia dalam semangat silaturahmi.

Naudzubillahimindzalik.

Sabtu, 19 November 2016

Gejala Kerusakan yang Lebih Jauh - Bom waktu penyimpangan Lesbi dan Gay

Gejala yang lebih jauh dari siaran media yang tidak terkontrol, jika sebelumnya dampaknya muncul pada anak usia dini yg telah dikenalkan pada sex dalam konteks negatif hingga anak sd yang terintimidasi melakukan tindakan asusila.

Fiksi sejarah memprediksi bahwa siaran informasi yg tidak terfilter -secara alam bawah sadar- mengajarkan tindakan gay/lesbi dan dampaknya akan terasa dimasa depan negeri tercinta ini.

Jika ketidak pedulian di biarkan maka ini hanya akan menjadi bom waktu. Pemerintah di pusingkan dengan isu sara, padahal kepolian dan TNI sudah lebih dari cukup untuk mengatasinya. Sementara serangan terhadap generasi masa depan bangsa tidak terlalu diperhatikan. Padahal semua berkerterkaitan.

Sabtu, 05 November 2016

Perjuangan Hidup dan Mati

Saya heran ketika sebelum unjuk rasa banyak menyebar mohon doa agar bisa selamat atau harus siap kembali hanya nama, seolah itu adalah perjuangan hidup dan mati. Padahal pada unjuk rasa kan cuma jalan-jalan saja.

Ternyata memang keadaan jakarta tidak sama dengan kota lainnya. Keberadaan FPI yang di identikkan keras ketika terekpos media dengan jelas tampak mereka lembut dan penuh kasih sayang terhadap saudaranya. Sementara keras kepada lawannya karena memang keadaan jakarta yang keras

Jumat, 04 November 2016

Ketaatan Kepada Kepala Negara

Jika Anda berpikir provokasi hanya antara pengunjuk rasa dan aparat. Maka sebenarnya provokasi mereka lebih kurang akar dari itu.
Lebih dari provokasi dengan elemen pemerintahan, namun dengan kepala pemerintahan-presiden- pun dilakukan adu domba dan provokasi.

Mari kita doakan Presiden kita saat ini agar selalu di jaga pada jalan yang benar. Bukankah kita sholat bersama di hari jum'at di masjid-masjid bagi kaum lelaki, bukankah kita sholat bersama di waktu yang ditentukan.
#savepresidenRI #savepresidenmuslim

AllahuAkbar!

Awalnya kata-kata ini terdengar aneh ketika melihat acara-acara televisi seolah kata ini adalah ucapan yang diucapkan para ektremis, namun tidak serta merta saya mengabaikannya, karena kata-kata ini yang juga diucapkan Bung Tomo ketika melawan serangan Inggris dan sekutu di Surabaya yang mampu meningkatkan semangat juang arek-arek Surabaya.

Akhirnya saya sedikit pahami -meski tanpa dasar ilmu agama- bahwa kata-kata Allahuakbar adalah kata PENYEMANGAT, diletakkan di akhir untuk menyemangati diri sendiri dan orang disekitar kita yang seakidah.

Lebih besar lagi kata-kata Takbir jua melemahkan lawan-lawan kita dan merupakan nilai yang sangat besar.

Semoga setelah menulis/membaca ini, kata Takbir:Allahuakbar mampu menjadi kekuatan tambahan kita.

Moment Yang Pas

Kronologis kejadian penembakan gas air mata terjadi tepat ketika utusan unjuk rasa berdikusi dengan wakil persiden JK dan Bpk. Wiranto.

Ini bukan sebuah film dimana ketika keadaan genting, muncul antu klimaks, hingga esensi pertemuan dalam hal waktu terpotong.

Saya sangat kawatir ada orang dalam yang memantau diskusi tersebut yang sengaja menggerakkan para provokator di luar (meski teknisnya tdk sesederhana ini).

Ini menunjukkan bahwa perjuangan ini bukan hanya di luar namun orang dalam pemerintahan juga berjuang dan mengalami serangan. Maka baiknya kita berikan support dan bantuan minimal doa.

Namun bagi saya moment yang paling pas adalah kejadian viralnya berita penistaan agama terjadi tepat ketika umat Islam melaksanakan puasa sunnah haji.

Bukan suatu kebetulan, seorang berpengalaman seperti Pak Bas melakukan kesalahan bahkan sampai ada video, sehingga segala pembelaan terpatahkan. Namun karena ada doa dari umat ini yang Allah SWT kabulkan saat itu.

Inilah paradigma yang saya gunakan, bahwa Allah SWT mengetahui hasil akhir dari apa yang akan kita lakukan dan Allah tidak memerlukan itu, yang Dia nilai adalah prosesnya. Maka saya selalu berusaha dan memohon agar mampu berproses di jalan yang baik.

ALLAHUAKBAR.

Kenapa Anda Terlambat, apakah karena Terlambat lebih baik dari pada tidak?

Keterlambatan beberapa jam seorang kepala pemerintahan bisa menyebabkan puluhan rakyatnya terluka.

Inilah yang saya lihat dari sepotong kejadian rusuh tadi malam.

Meskipun metode pelemparan botol merupakan provokasi beberapa pemuda tidak bertanggung jawab.

Pemuda yang masih butuh belajar bukan dari film namun dari para sesepuh, minimal belajar untuk menghormati yang lebih tua.

Memang golongan pemuda-pemuda ini ada bahkan sebelum acara unjuk rasa, mereka dengan jelas mencerca kyai yang lebih tua dengan dalil-dalil dangkal demi menggagalkan unjuk rasa.