Senin, 15 Agustus 2016

#16 Batasan itu

Bersyukurlah dengan batasan yang ada, karena dengannya kita bisa menemukan jalan yang benar.

Batasan yang menunjukkan ketika kita melangkah terlalu jauh kearah yang salah.

Batasan yang memisahkan kita kepada level yang lebih tinggi

#15 Fokus yang Terasah

Bagaimana kita bisa mencapai prestasi tanpa fokus yang terasah, bagaimana sebuah perahu akan sampai pada tujuan jika selalu terombang ambing.

Gelombang, selalu ada dalam lautan jika kau selalu terombang ambing bagaimana jadinya.

#14 Salah Satu Asal Keberuntungan Mu

Ada seorang yang anda temui dalam hidupnya begitu beruntung, bahkan dia sendiri belum mengetahui penyebabnya.

Namun langit tahu, bahwa ada seorang ibu yang senantiasa mendoakannya sepanjang waktu, ada seorang istri yang senantiasa mendoakan. Menyebabkan ridho Allah mengalir deras kepadanya.

Dengan doa orang yang begitu menyanyangi kita, yang tanpa putus-putus kita bisa mendapat keberuntungan di dunia dan akhirat.

#13 Hal Sederhana Mengenai Dunia

Aku bisa mengapai pemikiran tertinggi mengenai keduniaan, dan cukuplah dipikirkan di kamar mandi. Bahkan aku bisa menemukan banyak jawaban dari permasalahan dunia ini di dalam kamar mandi.
Namun demikian tanpa keluar kamar mandi tidak ada hal yang benar-benar berharga yang mampu kau lakukan. Diluar kamar mandi setiap hal berharga dapat kau temukan.

#W6 Ulama dan yang Lebih Utama

*RIBUT*
*@salimafillah*

Adalah *Imam Ahmad* rahimahullah meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah _qabliyah_ Maghrib dan menyatakan keshahihannya. Tetapi sungguh aneh, belum pernah para muridnya menyaksikan beliau mengamalkan ibadah tersebut.

_"Mengapa?"_, tanya mereka.

_"Sebab penduduk Baghdad telanjur mengambil pendapat Imam Abu Hanifah"_, ujar beliau, _"Yang menyatakan tiadanya shalat qabliyah Maghrib. Kalau aku mengamalkan hal yang berbeda, niscaya akan menimbulkan keributan di antara mereka."_

Meninggalkan suatu _sunnah_ yang diyakini keutamaannya demi terjaganya harmoni masyarakat ternyata adalah 'amal utama.

_"Karena itu para Aimmah seperti Imam Ahmad atau yang lainnya"_, demikian ditulis *Syaikhul Islam Ibn Taimiyah*, _"Menganggap sunnah, apabila seorang imam meninggalkan hal-hal yang menurutnya lebih utama, jika hal itu dapat menyatukan makmum."_

Inilah mengapa ketika *Buya Hamka* menyilakan *KH Abdullah Syafi'i* berkhuthbah di Masjid Agung Al Azhar, adzan beliau minta dikumandangkan dua kali. Ini pula mengapa, *KH Idham Cholid* tidak berqunut ketika tahu ada *Buya Hamka* menjadi makmumnya dalam kapal yang mengangkut mereka berhaji, sementara *Buya Hamka* justru berqunut karena tahu *KH Idham Cholid* ada di belakangnya.

_"Demikian juga orang-orang yang menganggap melirihkan suara ketika membaca basmalah (dalam shalat berjamaah) adalah lebih utama atau sebaliknya"_, sambung Ibn Taimiyah, _"Sedangkan makmum berbeda dengan pendapat atau madzhabnya, maka dia boleh mengerjakan yang kurang afdhal demi menjaga kemashlahatan persatuan. Hal ini lebih kuat dibandingkan permasalahan mana yang afdhal dari kedua perkara tersebut, dan ini adalah baik."_

*Jalan sunnah adalah jalan tak suka ribut tentang _khilafiyah furu'iyyah_. Jalan sunnah adalah jalan yang meminta kita tak perlu tampil mencolok dan terlihat berbeda*.

Adalah *Imam Ahmad ibn Hanbal* menekankan hal ini sampai soal berpakaian. Beliau menegur seorang yang ditemuinya di Baghdad dalam keadaan memakai pakaian penduduk Makkah.

_"Tidak cukupkah bagimu pakaian yang biasa dikenakan orang 'Iraq?"_

_"Bukankah ini pakaian yang baik, pakaian dari tempat bermulanya Islam?"_

_"Ya"_, jawab beliau, _"Akan tetapi aku khawatir pakaian itu menghinggapkan *rasa sombong* dan aku khawatir ia adalah *pakaian kebanggaan* (libasusy syuhrah) yang dilarang oleh Rasulullah, karena dikenakan agar pemakainya tampak menonjol di tengah khalayak."_

*[Ust. Salim A. Fillah]*

#12 Pemikiran Yang Keliru

Jika anda beranggapan ibadah bisa dilakukan setiap orang itu salah, apalagi jika berfikir jika yang butuh ibadah itu bukan anda. Allah SWT tidak butuh ibadah anda, malah tanpa izin Nya bahkan saya pun tidak bisa melaksanakan Ibadah.

Saya sadar Ibadah itu kebutuhan saya, maka wajar jika saya bersemangat dalam beribadah

Sabtu, 13 Agustus 2016

#11 Hakikat Kerugian dari Kecurangan

Perayaan hari raya Kemerdekaan 17 Agustus dipenuhi dengan permainan-permainan yang menyenangkan.

Terkadang dalam sebuah kelompok ada satu atau dua orang yang tidak percaya pada kemampuan kelompok atau dirinya sehingga melakukan hal curang.

Bagaimana Allah memberikan pelajaran  kehidupan kepada setiap makhluknya bahwa kecurangan tersebut sangat merugikan diri sendiri

"Dalam lomba tersebut telah terjadi kecurangan namun karena keaktifan peserta lain dalam memberikan kontrol maka pertandingan diulang dengan lebih jujur, ternyata kelompok yg awalnya curang bisa juara pertama dengan kemampuan mereka sendiri"

Bayangkan jika mereka menang dengan curang, selamanya mereka akan pesimis dengan kemampuannya dan cenderung lebih percaya dengan melakukan kecurangan.
Mereka tidak mengetahui kemampuannya sendiri, dan jika dimasa depan ada tantangan dimana kejujuran adalah hal mutlak mereka menjadi lemah dan kalah padahal sesungguhnya mereka bisa.
Betapa berbahayanya hal melenceng tersebut.